Finansial

Setiap Pekan, Australia Kehilangan Rp 37,5 Triliun Akibat Lokcdown

Menurut data dari Wolrdmeters, saat ini di Australia terdapat 6.847 kasus virus corona, dengan jumlah kematian sebanyak 96 dan kasus sembuh mencapai 5.886.

Pemerintah Australia memilih cara lockdown untuk menekan angka kasus virus corona yang menyerang negaranya. Meski cara ini dianggap telah berhasil, tetapi justru pilihan ini menimbulkan konsekuensi buruk yang lain. Yaitu kondisi ekonomi.

Dalam hitungan per minggunya, negeri yang bersuku asli Aborigin ini harus kehilangan AUS$ 4 miliar, atau jika dikurs-kan dalam rupiah angka tersebut mencapai Rp 37,5 triliun.

Hal buruk lainnya yang terjadi adalah, pada data yang diumumkan di hari Selasa (5/5/2020) kemarin, terdapat satu juta pekerja di negeri kangguru tersebut yang telah kehilangan pekerjaan selama pandemi virus corona berlangsung.

Mengutip Channel News Asia, dalam sebuah pidato Menteri Keuangan Josh Frydenberg mengatakan, “Setiap seminggu pembatasan diperpanjang pemberlakuannya, Departemen Keuangan memperkirakan ada hampir AUS$ 4 miliar akan berkurang dalam kegiatan ekonomi, dari kombinasi berkurangnya partisipasi tenaga kerja, berkurangnya produktivitas, dan berkurangnya konsumsi”.

Akibat dari lockdown, Departemen Keuangan Australia memprediksi bahwa tingkat pengangguran akan berlipat ganda dan mencapai 10 persen pada pertengahan tahun ini. Itu berarti akan ada sekitar 1,4 juta orang yang kehilangan pekerjaan.

Setiap Pekan, Australia Kehilangan Rp 37,5 Triliun Akibat Lokcdown

Setiap Pekan, Australia Kehilangan Rp 37,5 Triliun Akibat Lokcdown

Biro Statistik Australia (ABS) sebelumnya melaporkan adanya penurunan 7,5 persen dalam jumlah pekerja. Angka ini setara dengan hampir satu juta pekerja dari sekitar 13 juta tenaga kerja aktif, dalam lima minggu hingga 18 April.

Selain itu, ABS juga melaporkan bahwa ada 31 persen rumah tangga yang secara nasional telah mengalami masalah keuangan yang memburuk.

Tetapi, negeri kangguru itu masih belum bisa mengakhiri status lockdown secara penuh. Negara ini juga masih dalam usaha untuk melakukan cara-cara pencegahan termasuk melakukan pelacakan kontak.

Seperti yang dilaporkan, bahwa sepertiga pekerja telah kehilangan pekerjaan di industri perhotelan dan pelayanan yang terkena dampak paling buruk. Tidak hanya itu, terdapat 27 persen jumlah orang yang kehilangan pekerjaan di sektor seni dan rekreasi.

Frydenberg menambahkan, “Australia harus membuat orang kembali memperoleh pekerjaan, dan kita harus membuat orang kembali ke tempat kerja”

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top