Crypto

Tolak Sistem Bitcoin, Warga El Salvador Bakar ATM Uang Kripto

Pada hari Rabu (15/9/2021), ribuan warga El Salvador berdemo menentang Bitcoin yang disahkan sebagai alat pembayaran oleh pemerintah. Selain menentang pengesahan Bitcoin, massa juga menolak reformasi peradilan yang menurut para kritikus mengancam demokrasi.

Seperti yang diketahui, El Salvador menjadi negara pertama di dunia yang menggunakan mata uang crypto sebagai alat pembayaran sah di negaranya. Pengesahan Bitcoin El Salvador yang dilakukan Presiden Nayib Bukele ini disambut dengan campuran rasa ingin tahu serta keprihatinan.

Bukele memang menjadikan mata uang digital sebagai salah satu alat kampanye sebelum pemilihan presiden dilakukan pada 2019. Menurutnya, dengan menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, akan mempromosikan inklusi keuangan, pariwisata, inovasi, dan pembangunan ekonomi.

Ia juga menegaskan bahwa penggunaan Bitcoin akan menjadi pilihan bagi individu dan tidak akan membawa risiko bagi pengguna, dengan pemerintah menjamin konvertibilitas ke dolar pada saat transaksi melalui bank pembangunan negara.

Mengutip Reuters, penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah akan dimulai dalam 90 hari, dengan nilai tukar Bitcoin-dolar yang ditetapkan oleh pasar. Bukele mengatakan, pemerintah dan Bank Sentral saat ini tidak memiliki Bitcoin.

Tolak Sistem Bitcoin, Warga El Salvador Bakar ATM Uang Kripto

Tolak Sistem Bitcoin, Warga El Salvador Bakar ATM Uang Kripto

Di hari yang sama saat terjadi huru-hara, ketika Amerika Tengah menandai peringatan dua abad kemerdekaannya dari kekuasaan Spanyol, pengunjuk rasa membakar mesin ATM Bitcoin bernama Chivo di San Salvador, salah satu dari sekitar 200 ATM yang dipasang di seluruh negeri.

Para pendemo yang beraksi di central square membawa spanduk yang bertuliskan “diktator”, “hormati konstitusi”, dan “katakan tidak kepada Bitcoin”.

Para pentolan aktivis yang melakukan aksi itu menyebut demonstrasi dilakukan karena Bitcoin tidak dapat membantu masyarakat El Salvador. Sementara para ahli menyampaikan legalisasi Bitcoin dapat memicu inflasi di negara yang memiliki angka kemiskinan dan pengangguran tinggi tersebut. Bitcoin juga dianggap memiliki perlindungan yang lemah.

Sementara itu, Bukele mengutuk aksi itu dalam cuitan di akun Twitter miliknya dan menyerukan pendemo untuk menghentikan perusakan properti.

“Mereka mengatakan vandalisme dilakukan oleh penyusup, tapi ada vandalisme di semua protes mereka”, cuit Bukulele pada hari Kamis (16/9/2021) dengan melampirkan video wanita yang memakai topeng dan menendang dinding kaca pengaman.

Sebagai tambahan informasi, Nayib Bukele menjadi presiden populis yang terpilih pada 2019. Bukele telah mempertahankan popularitas tinggi dengan sumpahnya untuk memberantas korupsi yang merajalela di antara partai-partai tradisionalis di negaranya.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top