Crypto

Kerusuhan Kazakhstan Ganggu Penambangan Bitcoin

Seperti yang telah ramai diberitakan, Kazakhstan tengah dilanda aksi demontrasi besar-besaran imbas kenaikan harga bahan bakar minyak. Mereka mengekspresikan kemarahan terhadap kenaikan harga bahan bakar gas cair. Terkait kondisi ini, pemerintah setempat mengambil keputusan yang ekstrem, di antaranya adalah dengan mematikan layanan internet. Namun, hal ini berdampak semakin lebih luas.

Diketahui, matinya internet di negara tersebut berdampak pada aktivitas penambangan Bitcoin. Kazakhstan sendiri merupakan pusat penambangan Bitcoin terbesar kedua di dunia. Sebelumnya, China telah mengambil langkah tegas dengan mengusir semua penambang mata uang kripto di beberapa waktu yang lalu. Beberapa dari mereka lari ke negara tetangga Kazakhstan dan membuka toko.

VP penelitian di The Block Larry Cermak mengatakan beberapa jam setelah internet terputus pada hari Selasa (4/1/2022) malam, tingkat hash Bitcoin turun 12 persen. Untuk informasi, tingkat hash adalah patokan dari seberapa banyak daya komputasi yang diperlukan untuk mendukung jaringan dan untuk membuat Bitcoin baru. CEO GEM Mining, John Warren mengatakan pemadaman internet mencegah penambang mengakses jaringan Bitcoin.

Kerusuhan Kazakhstan Ganggu Penambangan Bitcoin

Kerusuhan Kazakhstan Ganggu Penambangan Bitcoin

Mengutip dari Business Insider pada hari Minggu (9/1/2022) kemarin, John Warren mengatakan, “Ini menyebabkan penurunan langsung dan curam di jaringan global”. Namun, ia menambahkan bahwa dirinya tidak begitu khawatir. Menurutnya, meski sulit untuk memperkirakan perkembangan peristiwa di Kazakhstan, jaringan bitcoin cukup tangguh karena mampu pulih dengan mulus dari pemadaman baru-baru ini. Sebagai informasi, pihak otoritas Kazakhstan menuding kelompok radikal Islam yang dilatih di luar negeri termasuk di antara mereka yang menyerang gedung-gedung pemerintah dan pasukan keamanan pekan lalu.

Dalam sebuah wawancara, pihak Kementerian Luar Negeri Kazakhstan menjelaskan, “Seperti yang ditunjukkan oleh peristiwa di Almaty dan beberapa wilayah lain di negara itu, Kazakhstan telah menjadi sasaran agresi bersenjata oleh kelompok teroris yang terkoordinasi dengan baik yang dilatih di luar negeri”.

Melalui keterangannya pada hari Senin (10/1/2022), Menteri Luar Negeri Yerlan Karin kepada televisi pemerintah menyatakan ada konspirasi yang melibatkan kekuatan dari dalam dan luar negeri untuk menghancurkan Kazakhstan.

“Menurut data awal, para penyerang termasuk individu yang memiliki pengalaman zona tempur militer di jajaran kelompok Islam radikal”, ungkapnya.

Pada Jumat malam pekan lalu, konektivitas internet di Kazakhstan terus datar selama 60 jam. Internet sempat dipulihkan sebentar di beberapa wilayah selama beberapa jam untuk menyiarkan pidato presiden yang disiarkan televisi. Founder Tribal Credit, Mohamed Elkasstawi mengatakan daya tarik Kazakhstan terhadap penambang Bitcoin banyak berkaitan dengan pasokan energi negara yang terjangkau. Ini berkat melimpahnya tenaga batu bara.

Harga Bitcoin sendiri terus mengalami penurunan. Sempat mendekati US$ 70 ribu/BTC pada awal November tahun lalu kini Bitcoin dihargai US$ 40ribu/BTC. Ini artinya Bitcoin sudah ambles hampir 42%. Meskipun ambles, beberapa pihak optimis bahwa harga Bitcoin diperkirakan akan terus menguat dalam jangka panjang. Salah satu alasannya adalah suplai Bitcoin yang semakin terbatas dan adopsi atau penggunaan Bitcoin yang terus meningkat.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trading Saham di EXNESS
To Top