Forex

8 Indikator Analisa Teknikal Paling Dasar, Trader Forex Pemula Wajib Baca!

Sebagai permulaan sebelum benar-benar terjun ke dunia investasi trading forex, Anda sebagai trader pemula harus menyadari terkait pentingnya memahami indikator forex. Untuk informasi, istilah indikator pada trading forex merupakan alat penting bagi trader untuk mengetahui kondisi pasar sebelum melakukan aktivitas trading forex.

Dalam prakteknya, indikator dalam trading forex berfungsi sebagai sarana untuk menganalisa pergerakan harga melalui arah tren. Sehingga trader dapat memprediksi arah prospek harga yang akan berlanjut. Ini artinya, indikator forex menjadi hal yang penting dan wajib diketahui oleh trader khususnya bagi mereka yang masih dalam kategori trader pemula.

Seperti yang diketahui, dalam dunia trading forex, indikator dibagi menjadi 2, yakni indikator analisa teknikal dan indikator analisa fundamental. Secara umum, banyak trader yang menggunakan indikator fundamental yang menitikberatkan pada berita ekonomi dan politik untuk mengambil keputusan trading. Namun bukan berarti indikator fundamental merupakan sesuatu yang istimewa.

Pasalnya, di dalam trading forex, indikator fundamental tetap saling berhubungan dengan indikator teknikal. Hal ini diartikan bahwa antara indikator, baik itu indikator teknikal ataupun indikator fundamental, merupakan satu kesatuan. Yang apabila keduanya Anda terapkan, bukan hal yang mustahil jika keduanya mampu memberi Anda profit yang fantastis.

Pada kesempatan ini, kami akan membahas mengenai indikator teknikal yang terdapat pada forex. Namun, ulasan ini akan menitikberatkan pada 8 jenis indikator analisa teknikal paling dasar. Artinya bahwa, ulasan ini akan membantu Anda sebagai trader pemula untuk lebih dapat memahami terkait strategi trading forex. Untuk itu, penting bagi Anda membaca ulasan ini hingga tuntas agar wawasan Anda mengenai trading forex menjadi bertambah.

Moving Average

Dalam pengertiannya, Moving Average (MA) adalah salah satu indikator teknikal dalam forex yang dibuat dari perhitungan harga yang lampau, sehingga terbentuk garis rata-rata pergerakan harga dalam periode waktu tertentu. Indikator ini dapat digunakan untuk menentukan area support dan resistance dinamis, yaitu support dan resistance yang terus bergerak sesuai pergerakan harga.

Moving Average menjadi indikator teknis yang mengikuti harga dengan lag, artinya MA menghasilkan sinyal setelah tren berubah. Moving Average memperhalus harga tertinggi dan terendah, membuatnya lebih mudah bagi trader untuk melihat tren secara keseluruhan. Dengan menggunakan Moving Average, pergerakan harga pada chart akan diperhalus sehingga Anda dapat menemukan sinyal buka posisi buy atau sell dengan lebih mudah.

Jenis Moving Average:

1. Simple Moving Average (SMA)
2. Exponential Moving Average (EMA)
3. Weighted Moving Average

Bollinger Bands

Bollinger Bands merupakan salah satu indikator untuk mengukur volatilitas dan menentukan arah trend. Indikator ini sangat populer digunakan dalam berbagai jenis pasar termasuk pasar forex. Selain arah trend, indikator ini dapat juga digunakan untuk menentukan keadaan jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold). Dalam kondisi pasar sideways (ranging), harga bergerak diantara ke 2 ‘band’. Indikator ini diciptakan oleh John Bollinger, seorang technician trader pada tahun 1980.

Indikator Bollinger Bands meliputi sebuah Simple Moving Average (SMA) dengan 2 ‘band’ atau pita yang berada di atas dan di bawah garis SMA. Band pada bagian atas disebut Upper Bollinger Band dan band pada bagian bawah disebut Lower Bollinger Band. Upper dan Lower band ditentukan berdasarkan penambahan dan pengurangan nilai SMA dengan standard deviasi.

Standard deviasi mengukur volatilitas hingga seberapa jauh harga bisa bergerak dari nilai yang sebenarnya (true value). Dengan ukuran volatilitas, ke 2 band tersebut akan bergerak sesuai dengan kondisi pasar. Parameter default SMA : 20 periode, dan standard deviasi : 2.

8 Indikator Analisa Teknikal Paling Dasar, Trader Forex Pemula Wajib Baca!

8 Indikator Analisa Teknikal Paling Dasar, Trader Forex Pemula Wajib Baca!

MACD

MACD adalah singkatan dari Moving Average Convergence Divergence. Indikator ini dibuat oleh Gerald Appel pada tahun 1970, MACD adalah alat analisis teknis kuno yang terus digunakan hingga saat ini. Prinsipnya adalah bahwa tren berpotongan dari dua garis “cepat” dan “lambat” dan panjang osilator memberikan sinyal masuk.

Indikator ini digunakan untuk mengonfirmasi kekuatan dan arah trend, serta untuk menentukan titik pembalikan (reversal). Selain itu, MACD juga bisa memberikan informasi apakah tren yang berlangsung cukup kuat atau tidak.

Indikator ini cukup mudah untuk diinterpretasi dan dikonfirmasi, sehingga indikator tersebut cocok digunakan oleh siapapun, baik itu pemula maupun berpengalaman. Itulah sebabnya, banyak trader yang menganggap MACD sebagai indikator teknis yang paling efisien dan dapat diandalkan.

Parabolic SAR

Jika dilihat dari sifatnya, indikator Parabolic SAR bersifat lagging dan trend-following. Parabolic SAR sendiri adalah indikator yang cukup unik karena berbentuk titik lingkaran yang dengan mudah dapat dibaca oleh para trader untuk mendapatkan informasi batas harga. Kata SAR merupakan singkatan dari Stop And Reverse. Istilah ini juga menjadi fungsi dasar dari indikator Parabolic SAR sebagai penanda tempat berhenti dan berbaliknya arah market.

Sang pecipta, Welles Wilder menjelaskan perhitungan munculnya titik-titik pada Parabolic SAR dengan rinci dalam bukunya. Indikator Parabolic SAR adalah salah satu indikator yang digemari oleh para trader karena bisa memberikan sinyal untuk menentukan posisi Buy dan Sell. Indikator ini memiliki cara penggunaan yang sangat simpel serta mudah untuk dipahami.

Indikator ini sudah tersedia pada MetaTrader 4 dan MetaTrader 5, artinya adalah Anda hanya cukup untuk membuka “Menu Chart/Grafik” pada platform trading Anda, lalu pilih subfolderTrend” pada daftar “Indicator” di dalam platformNavigator” dan klik dua kali pada “Parabolic SAR“.

Average Directional Movement Index (ADX)

Average Directional Index (ADX) merupakan sebuah indikator forex yang dibuat untuk mempelajari dan menghasilkan data, tentang trend yang saat ini sedang berlangsung. Data tersebut berupa identifikasi dari arah dan kekuatan sebuah trend.

Indikator ADX ini merupakan sebuah indikator gabungan yang terdiri dari 5 buah indikator teknikal lainnya, indikator ini diciptakan oleh J. Welles Wilder, Jr. Penggunaan utama dari indikator ADX ini adalah untuk menunjukkan sebuah momentum, kekuatan sebuah trend, dan juga alat bantu untuk menunjukkan arah trend.

Tidak ada batasan time frame mana yang paling cocok. Pada dasarnya, ADX bisa berjalan dengan baik di semua periode waktu trading. Secara matematis, penjabarannya agak rumit, namun aplikasinya sangat mudah tanpa harus mengatur parameter setiap kali berganti time frame saat trading.

Fibonacci Retracement

Dalam dunia trading forex, Fibonacci Retracement adalah suatu alat analisis yang mengandalkan pendekatan teknikal dan dikembangkan dari rasio antar angka dalam bilangan-bilangan Fibonacci. Indikator ini sangat populer di kalangan para trader forex.

Dalam prakteknya, indikator Fibonacci Retracement adalah analisis teknikal yang membantu trader untuk menemukan level support dan resistance potensial dan digunakan untuk menentukan target profit (TP) dan stop loss (SL).

Dengan teori yang sederhana, indikator forex Fibonacci menggunakan deretan angka-angka tertentu. Pada prakteknya, analisis teknikal menggunakan Fibonacci dilakukan dengan menarik garis untuk menghubungkan dua titik ekstrim pada grafik harga aset, yaitu titik tertinggi (high) dan titik terendah (low).

Relative Strength Index (RSI)

RSI adalah indikator momentum yang sangat populer yang telah ditampilkan dalam sejumlah artikel, wawancara, dan buku selama bertahun-tahun. RSI sendiri merupakan indikator yang dirancang oleh seorang analis teknikal bernama J. Welles Wilder dalam bukunya yang berjudul ‘New Concepts in Technical Trading Systems’.

Indikator RSI memiliki kegunaan hampir sama dengan indikator Stochastic yaitu menunjukkan kondisi pasar yang sedang overbought atau oversold. RSI memiliki satu garis yang membantu untuk menentukan kekuatan dari tren yang sedang berlangsung pada suatu instrument trading (sekuritas) dan juga kemungkinan titik reversal-nya.

RSI membandingkan nilai absolut dari pertumbuhan harga pasangan mata uang yang sedang diperdagangkan selama periode waktu tertentu dengan level jatuhnya pada periode waktu yang sama.

On Balance Volume (OBV)

Indikator On Balance Volume (OBV) adalah teknikal indikator momentum yang menghubungkan volume dengan perubahan harga. Indikator ini diperkenalkan oleh Joseph Granville dan mempopulerkan teknik tersebut pada tahun 1963 dalam bukunya yang berjudul “Granville’s New Key to Stock Market Profits”.

Indikator OBV dianggap sebagai indikator yang cukup sederhana. Indikator OBV ini digunakan oleh analis teknis untuk menentukan perubahan aliran volume. Indikator OBV menggunakan total kumulatif volume trading negatif dan positif untuk memperkirakan arah harga.

Dalam trading forex, indikator OBV umumnya digunakan untuk mengkonfirmasikan pergerakan harga, apakah sedang downtrend ataupun uptrend. Saat harga di pasar naik, maka indikator OBV ini juga akan naik. Begitu pula sebaliknya.

Kesimpulan

Itulah bahasan mengenai 8 jenis indikator analisa teknikal paling dasar. Dari ke delapan indikator yang telah dijabarkan pada point di atas, penting untuk dipelajari sekaligus dipaham. Hal ini karena 8 indikator teknikal di atas, adalah merupakan teknik paling dasar yang harus diketahui oleh Anda sebagai trader pemula. Namun yang patut untuk dicatat adalah, tidak ada indikator dalam trading forex yang benar-benar 100% menjamin profit. Ini artinya, Anda harus cerdik dalam mengkombinasikan beberapa indikator lain untuk menghasilkan profit yang fantastis!

Selamat belajar!

Lita Alisyahbana
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: 5 Panduan Memahami Analisa Teknikal pada Trading Forex

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top