Forex

Memahami Purchasing Manager Index pada Analisa Fundamental Forex

Seperti yang diketahui, proses analisa sudah pasti dibutuhkan dalam trading forex. Dalam forex, analisa fundamental saling mendukung dengan analisis teknikal. Jika trader dapat mengetahui cara yang benar untuk menganalisis fundamental, maka proses analisis trading akan makin akurat. Hal ini dapat memunculkan peluang untuk mendapatkan profit yang lebih besar.

Dalam pengertian sederhananya, analisa fundamental adalah menjelaskan keadaan ekonomi suatu negara dalam kondisi baik, nilai mata uangnya berkecenderungan untuk naik, dan begitu pula sebaliknya. Berita menjadi sumber paling dasar dari analisis pasar dalam analisa fundamental. Ketika ada rilis sebuah berita, maka harga akan fluktuatif. Respon dari perubahan ekonomi fundamental ini sangat berperan penting dalam mengenali gejala market serta menentukan arah geraknya. Pada analisa fundamental, fokus utamanya adalah kondisi ekonomi dan politik secara umum, termasuk peristiwa kultural.

Pada kesempatan kali ini, kami akan mengajak Anda untuk memahami salah satu faktor yang termasuk dalam analisa fundamental, yakni Purchasing Manager Index (PMI). Artikel ini akan membahas mengenai apa definisi dari Purchasing Manager Index. Juga mengenai seberapa besar pengaruh Purchasing Manager Index pada trading forex. Untuk itu, penting bagi Anda menyimak artikel ini hingga tuntas!

Pengertian Purchasing Manager Index

Dalam penjelasannya, Purchasing Managers Index atau PMI adalah kumpulan dari survei-survei yang dilakukan kepada para manajer purchasing manufaktur. Manajer tersebut terdiri atas bidang seperti inventori, perekrutan tenaga kerja, kecepatan supplier, tingkat produksi, dan order pelanggan. Laporan ini akan menampilkan persentase tiap segmen, selisih bersih antara jumlah respon yang menunjukkan arah ekonomi positif ditambah setelah respon sebagai tetap (dianggap positif).

Angka indeks PMI tinggi menunjukkan optimisme pelaku sektor bisnis tersebut terhadap prospek perekonomian ke depan. Indeks yang paling diperhatikan investor dan analis adalah untuk sektor manufaktur yang disebut indeks PMI Manufaktur (Manufacturing PMI) dan sektor jasa yang disebut indeks PMI sektor Jasa (Services PMI).

Hampir semua negara industri maju merilis indikator ini dari berbagai lembaga survey termasuk negara-negara mata uang utama. Di Inggris, kawasan Euro, dan Jepang, indikator ini dirilis oleh Markit Group. Di Amerika Serikat oleh Institute for Supply Management (ISM) dan Markit Group, sedangkan di China terdapat indeks PMI versi resmi (official PMI) dan PMI Caixin.

Memahami Purchasing Manager Index pada Analisa Fundamental Forex

Memahami Purchasing Manager Index pada Analisa Fundamental Forex

Beberapa Sektor Purchasing Manager Index

Pada dunia trading forex, diketahui terdapat beberapa jenis sektor dalam Purchasing Manager Index, di antaranya yakni:

1. PMI (Standart).
2. Services PMI.
3. Manufacturing PMI.
4. Flash Manufacturing PMI.
5. ISM Manufacturing PMI.
6. ISM non-Manufacturing PMI.
7. Dan masih banyak lainnya.

Cara Membaca Purchasing Manager Index

Pada prakteknya, oleh investor, indeks Purchasing Manager Index dianggap sebagai leading indicator bagi keadaan perekonomian secara keseluruhan. Hal ini sebagai upaya agar bisa memperoleh gambaran mengenai hasil penjualan, upah tenaga kerja, persediaan barang, dan tingkat harga.

Dalam penghitungannya, Purchasing Manager Index ditulis dengan rumus:

PMI= (P1 x 1) + (P2 X 0,5) + (P3 X 0)

Keterangan:

P1: Persentase jawaban yang melaporkan perkembangan.
P2: Persentase jawaban yang melaporkan tidak adanya perubahan/stagnansi.
P3: Persentase jawaban yang melaporkan penurunan.

Untuk informasi, hasil dari Purchasing Manager Index adalah berikisar pada level lima puluh (50) dan menunjukkan potensi kontraksi atau ekspansi ekonomi. Ketika turun di bawah level lima puluh, ekonomi memasuki wilayah resesi. Saat bergerak di atas lima puluh, itu mengembang.

Pengaruh Purchasing Manager Index pada Trading Forex

Sebagaimana telah dijelaskan pada point di atas, Purchasing Manager Index yang berperan sebagai leading indicator memiliki beberapa fungsi pada trading forex. Di antaranya adalah, sebagai gambaran hasil penjualan, upah tenaga, kerja, persediaan barang, dan tingkat harga. Ini artinya Purchasing Manager Index memiliki pengaruh terhadap volatilitas dari pasar forex secara umum.

Hal ini dapat dijelaskan bahwa kenaikan indeks dari Purchacing Manager Index menunjukkan optimisme pelaku bisnis manufaktur, yang dapat menarik investor masuk pada sektor ini. Hal tersebut akan mempengaruhi nilai tukar mata uang negara terkait di pasar forex dan membuat sentimen positif pada pertumbuhan ekonomi jangka pendek.

Itulah sedikit ulasan tentang Purchasing Manager Index dari kami. Dapat dikatakan, penerapan analisa fundamental bukanlah dengan menggunakan bagus atau jeleknya data ekonomi tertentu sebagai pemicu untuk buy atau sell. Trader harus memerhatikan data-data tersebut secara historis, data ekonomi lainnya dari negara tersebut, serta kondisi ekonomi global, baru kemudian mengambil keputusan.

Yang perlu diingat adalah, analisa fundamental dalam forex bekerja dengan optimal jika dikombinasikan dengan analisa teknikal, tapi tetap baik meski digunakan secara tunggal.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top