Forex

Mengenal Strategi Trading dengan Indikator Andrew’s Pitchfork

Dalam pengertiannya, strategi trading forex didefinisikan sebagai teknik yang digunakan oleh trader untuk menentukan kapan harus membuka atau menutup posisi trading. Ada berbagai strategi forex yang bisa digunakan trader termasuk analisa teknikal atau analisa fundamental.

Strategi trading forex yang baik akan mempermudah seorang trader untuk menganalisis pasar dan dengan percaya diri mengeksekusi posisi dengan teknik manajemen risiko yang baik. Analisa teknikal merupakan salah satu metode analisa yang lazim dipergunakan dalam forex trading.

Manfaat yang diberikan oleh analisa teknikal di antaranya adalah memungkinkan seorang trader untuk melacak pergerakan pasar dan mengambil keputusan berdasarkan trend yang tengah berlangsung. Bukan hanya trend yang bisa menjadi patokan, namun juga banyak alat lain seperti pengenalan pola pergerakan harga, juga indikator-indikator teknikal. Pada kesempatan kali ini, mari kita membahas analisa teknikal dengan indikator Andrew’s Pitchfork.

Mengenal Strategi Trading dengan Indikator Andrew's Pitchfork

Mengenal Strategi Trading dengan Indikator Andrew’s Pitchfork

Indikator teknikal Andrew’s Pitchfork, yang juga dikenal sebagai garis tengah (median), adalah indikator support dan resistance yang dikembangkan oleh seorang Profesor Termodinamika di MIT, bernama Dr. Alan Andrews, pada 1970-an. Indikator teknikal ini menggunakan tiga garis tren paralel berdasarkan tiga pivot bergantian untuk mengidentifikasi level support dan resistance.

Andrew’s Pitchfork sebenarnya bukan indikator, melainkan termasuk dalam keluarga “Line Studies“. Yang dimaksud line studies ini adalah trendline, channel, Fibonacci Retracement dan lain-lain.

Pada intinya, Andrew’s Pitchfork merupakan indikator yang bisa dipergunakan untuk mengidentifikasi support dan resistance dengan bantuan tiga trendline sejajar. Tiga trendline itu terbentuk dari penempatan tiga titik acuan setelah menentukan trend yang jelas.

Bisa dikatakan indikator ini mirip dengan channel, hanya saja ia memiliki tiga garis, sementara channel pada umumnya hanya memiliki dua garis (atas dan bawah). Ketiga garis pada Andrews’ Pitchfork diperoleh dengan menggunakan tiga titik acuan yang merupakan titik-titik puncak dan lembah yang signifikan. Strategi Andrews Pitchfork menggabungkan 3 sistem trading, yaitu:

1. Sistem trading support & resistance
2. Sistem trend following
3. Sistem reversion

Bagaimana menggunakan Andrew’s Pitchfork?

Menggunakan indikator ini sangatlah mudah. Anda cukup membuka MetraTrader 4 dan mencarinya pada menu Insert. Sebagai catatan, indikator ini harus Anda tempatkan pada tiga titik pivot. Titik pivot ini memiliki maksud yang berarti swing tertinggi atau swing terendah yang signifikan.

Aturan dasar penggunaaan Andrew’s Pitchfork:

1. Sell ketika harga berada di area channel atas, target pertama adalah helve, sementara target terjauh adalah channel bawah
2. Buy ketika harga berada di area channel bawah, target pertama adalah helve, sementara target terjauh adalah channel atas
3. Pada saat downtrend, buy jika channel atas tembus
4. Pada saat uptrend, sell jika channel bawah tembus

Kunci dari strategi ini adalah untuk menemukan strategi yang pas bagi Anda. Tujuan akhirnya adalah agar Anda dapat membingkai tindakan harga (price action) sesuai dengan strategi ini pada time frame yang disukai. Sehingga Anda dapat menentukan entri dengan tepat dan bisa keluar dengan benar.

Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk mencoba strategi Andrew’s Pitchfork ini?

Selamat mencoba!

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trading Saham di EXNESS
To Top