Crypto

Mengungkap Jejak Ratu Kripto Penipu Buronan Nomor 1 FBI!


Mengungkap Jejak Ratu Kripto Penipu Buronan Nomor 1 FBI!


Mengungkap Jejak Ratu Kripto Penipu Buronan Nomor 1 FBI!

Diberitakan sebelumnya, Ruja Ignatova yang juga dikenal dengan julukan “Ratu Kripto” diketahui masuk ke dalam daftar orang paling dicari biro investigasi federal Amerika Serikat (AS), FBI. Ignatova dicari karena dugaan perannya dalam menjalankan penipuan mata uang kripto yang dikenal sebagai OneCoin.

Menurut tuduhan yang dibuat oleh jaksa federal, penipuan itu pada dasarnya adalah skema Ponzi yang disamarkan sebagai mata uang kripto. FBI menambahkan Ruja Ignatova ke daftar buronan yang paling dicari ketika mereka yakin masyarakat umum mungkin dapat membantu melacaknya.

Ia diduga menggunakan skema untuk menipu lebih dari US$ 4 miliar atau sekitar Rp 59 triliun. Selain itu, Ignatova juga dilaporkan telah menghilang sejak 2017 ketika pejabat AS menandatangani surat perintah penangkapannya dan penyelidik mulai mendekatinya. Dalam modusnya, Ignatova menawarkan orang-orang yang membeli mata uang ini dengan iming-iming mendapatkan komisi jika bisa membujuk orang lain untuk ikut membelinya.

Baca Juga: 4 Ciri-Ciri Penipuan Kripto yang Harus Anda Ketahui!

Terdeksi Setelah Jual Apartemen

Kini dalam kabar yang terbaru, sosok Ignatova berhasil kembali dilacak pihak berwenang setelah ia menjual sebuah apartemen penthouse di Kensington, London-Inggris.

Dan diketahui bahwa apartemen itu pertama kali ia beli menggunakan nama perusahaan. Namun karena aturan baru di Inggris yang mengharuskan untuk mencantumkan nama si pemilik, hal tersebut akhirnya menjadi jejak yang tidak sengaja ia tinggalkan.

Mengutip dari New York Post, hal ini dilaporkan sebagai petunjuk bahwa menunjukkan Ruja Ignatova ternyata masih hidup. Dan dokumen real estat yang berisi namanya kemungkinan berisi petunjuk tentang keberadaan terakhirnya. Bahkan jika dia tidak dapat ditangkap, properti yang dijualnya itu sudah disita oleh pihak berwajib Inggris.

Sekadar informasi, Ignatova telah didakwa pada 2019 lalu, dengan enam tuduhan termasuk penipuan melalui teknologi komunikasi dan informasi serta penipuan sekuritas. Dari akhir 2014 hingga Maret 2016, Ignatova melakukan penjualan Onecoin dan merekrut anggota secara teratur.

Selama akhir status fungsional skema, perusahaan mengeluarkan pemberitahuan operasi tersebut akan berhenti selama dua minggu. Pada Januari 2017, pertukaran Onecoin xcoinx ditutup tanpa batas waktu. Dan dari beberapa sumber diketahui, bahwa Ignatova terakhir kali terlihat saat naik pesawat dari Bulgaria ke Yunani pada 2017.

Baca Juga: 5 Kasus Penipuan Kripto Terbesar di Dunia

One Coin Sang Ratu Kripto

Untuk informasi, OneCoin merupakan sebuah mata uang kripto yang mulai Ignatova perkenalkan pada awal 2014 silam. Dalam kasus ini, FBI mengatakan bahwa OneCoin tak ada nilainya dan tidak dilindungi oleh teknologi Blockchain seperti mata uang kripto lainnya. Damian Williams selaku jaksa federal di Manhattan pun turut menjelaskan terkait kasus ini. Williams mengungkapkan bahwa Ignatova mengatur skema penipuannya dengan sangat sempurna.

“Dia mengatur waktu skemanya dengan sempurna, memanfaatkan keriuhan spekulasi pada masa awal-awal mata uang kripto”, kata Williams.

Sementara itu, Jamie Bartlett, yang investigasi podcast BBC-nya membawa perhatian global pada kisah Ignatova dan dampak keuangan OneCoin terhadap para korbannya. Bartlett mengatakan bahwa pengumuman FBI pada hari Kamis meningkatkan kemungkinan Ignatova ditangkap.

Bartlett, yang telah menyelidiki kasus ini selama bertahun-tahun, mengatakan salah satu alasan mengapa begitu sulit untuk melacak Ruja Ignatova. Bahwa Ignatova menghilang dengan setidaknya US$ 500 juta (Rp7,4 triliun). Dan dengan uang sebanyak itu dapat membantu Ignatova bersembunyi dari hukum.

Baca Juga: Pelaku Penipuan Kripto Tertangkap, Terancam Hukuman Penjara 40.000 Tahun

William Adhiwangsa
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Skandal Perusahaan Pertukaran Kripto Kraken

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top