Crypto

Pendaftaran Bursa Kripto Indonesia Sudah Ditutup, Berikut Daftar Resminya!

Pendaftaran Bursa Kripto Indonesia Sudah Ditutup, Berikut Daftar Resminya!

Pendaftaran Bursa Kripto Indonesia Sudah Ditutup, Berikut Daftar Resminya!

Dalam kabar yang terbaru, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) secara resmi telah menghentikan penerbitan pendaftaran izin pedagang bursa kripto Indonesia. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 208/Bappebti/SE/08/2022 tentang Penghentian Penerbitan Perizinan Pendaftaran Calon Pedagang Fisik Aset Kripto. Di dalam surat edaran itu disebutkan bahwa pendaftaran untuk pelaku usaha perdagangan fisik aset kripto dihentikan. Dengan begitu Bappebti tidak lagi menerima pengajan permohonan calon pedagang fisik aset kripto.

Pada surat yang sama, Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko menjelaskan, penghentian penerbitan izin bertujuan untuk menciptakan kegiatan perdagangan bursa kripto yang transparan. Efisien, dan efektif, serta melindungi kepentingan semua pihak. Penghentian penerbitan izin pelaku usaha bursa kripto hanya berupa tanda daftar sebagai calon pedagang fisik aset kripto. Belum diketahui lebih lanjut berapa lama penghentian akan dilakukan.

Baca Juga: Mengenal Lembaga Bappebti dan Fungsinya

Tirta Karma Senjaya selaku Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti menjelaskan terkait hal ini. Menurutnya langkah ini untuk memastikan pedagang kripto yang sepenuhnya siap dan mampu memenuhi sejumlah persyaratan.

“Bappebti perlu memastikan para pedagang yang terdaftar adalah yang benar-benar siap secara sistem IT, modal dan SDM. Serta memenuhi ketentuan aturan yang akan menjamin keamanan transaksi, dana, dan wallet para nasabahnya”, jelas Tirta pada hari Senin (22/8/2022).

Binance dan Coinbase Tidak Masuk Dalam Daftar

Sebagai informasi, Bappebti menerbitkan Perba Nomor 11 Tahun 2022yang menjadi pembaruan sekaligus mencabut Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020. Berdasarkan Perba Nomor 11 Tahun 2022, ada 383 jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan, dari sebelumnya berjumlah 229 jenis. Dalam daftar tersebut juga terdapat 25 bursa kripto yang sah digunakan.

Berikut nama 25 bursa kripto yang terdaftar, dikutip dari situs Bappebti:

1. PT Tumbuh Bersama Nano (nanovest.oi)
2. PT Kagum Teknologi Indonesia (Ajaib)
3. PT Aset Digital Berkat (Tokocrypto)
4. PT Aset Digital Indonesia (Incrypto)
5. PT Bumi Santosa Cemerlang (Pluang)
6. PT Cipta Koin Digital (koinku.id)
7. PT Coinbit Digital Indonesia (coinbit.id)
8. PT Galad Koin Indonesia (galad.id)
9. PT Gudang Kripto Indonesia (gudangkripto.id)
10. PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax)

Baca Juga: Indonesia Diprediksi Jadi Sentral Ekosistem Aset Kripto Asia Tenggara

11. PT Indonesia Digital Exchange
12. PT Kripto Maksima Koin (kriptomaksima)
13. PT Luno Indonesia Ltd (luno)
14. PT Mitra Kripto Sukses (kriptosukses)
15. PT Pantheras Teknologi Internasional (pantheras)
16. PT Pedagang Aset Kripto
17. PT Pintu Kemana Saja (Pintu.id)
18. PT Plutonext Digital Aset (plutonext)
19. PT Rekeningku Dotcom Indonesia (rekeningku)
20. PT Tiga Inti Utama (triv.co.id)
21. PT Triniti Investama Berkat (bitocto)
22. PT Upbit Exchange Indonesia (Upbit)
23. PT Utama Aset Digital Indonesia (bittime)
24. PT Ventura Koin Nusantara (Vonix.id)
25. PT Zipmex Exchange Indonesia (Zipmex)

Bocoran Kapan Bursa Kripto Indonesia Dirilis

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga membeberkan perkembangan pembentukan bursa kripto di Indonesia. Dia mengatakan saat ini pihaknya tengah menyiapkan sejumlah langkah agar hasilnya matang dan maksimal.

“Kenapa butuh waktu? Ini menunjukkan bahwa Bappebti dan Kementerian Perdagangan berhati-hati dan kita ingin mencerna dari segala macam sisi, menceklis semua persyaratan-persyaratan requirement yang memang harus ditempuh. Kita tidak mau cepat-cepat, grasak-grusuk, tiba-tiba ada yang enggak lengkap, ada miss, kemudian ada isu”, kata Jerry pada hari Selasa (16/8/2022).

Baca Juga: Awas, Penipuan Kripto Mulai Sasar Pengguna Media Sosial!

Jerry menuturkan, pihaknya masih harus memastikan bahwa pembentukan bursa kripto Indonesia memberikan perlindungan untuk konsumen hingga pelaku usaha kripto. Ia pun mengaku bursa ini harus segera diluncurkan namun tetap dengan kehati-hatian.

“Saya minta doa restunya, semoga tahun ini kalau semua sudah terpenuhi, kita launching. Saya tidak bisa sebut tepat bulannya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, bursa kripto ini salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi konsumen. Sebab, jika nanti bursa sudah terbentuk, maka perdagangan aset kripto akan dilakukan di bursa.

William Adhiwangsa
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Pusat Aset Kripto Dunia dan Syarat yang Harus Denuhi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advertisement
To Top