Bisnis

Harga Minyak Anjlok Gila-Gilaan Menyentuh Harga Minus, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Harga minyak berjenis light sweet mengalami koreksi yang gila-gilaan. Pada dini hari tadi, harga sempat menyentuh teritori negatif, tepatnya berada di -US$ 37,63 per barel pada penutupan hari Senin (20/4/2020) kemarin. Kondisi ini adalah yang pertama kali dalam sejarah harga minyak bisa menembus harga minus.

Di hari Selasa ini (21/4/2020) pada pukul 07.42 WIB, harga minyak jenis light sweet tercatat US$ 0,5 per barel. Itu artinya harga ambles 101,33 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya. Dengan kondisi seperti ini, apa yang sebenarnya terjadi?

Sebenarnya situasi ini dipengaruhi oleh posisi kontrak. Harga yang berubah menjadi rendah adalah posisi kontrak yang berakhir pada tanggal 21 April di waktu Amerika Serikat (AS). Saat ini harga acuan masih mengacu ke kontrak tersebut.

Harga Minyak Anjlok Gila-Gilaan Menyentuh Harga Minus, Apa yang Sebenarnya Terjadi

Harga Minyak Anjlok Gila-Gilaan Menyentuh Harga Minus, Apa yang Sebenarnya Terjadi

Kontrak berjangka minyak biasanya berjalan selama 1 bulan. Untuk kontrak WTI Juni yang berakhir pada 19 Mei, turun 18 persen. Kontrak yang lebih aktif diperdagangkan ini merupakan refleksi yang lebih baik di pasar minyak. Sementara kontrak Juli tercatat lebih rendah 11 persen ke level 26,18 per barel.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak mentah dunia memang terus turun meski produksi Opec+ sudah mencapai kesepakatan untuk memangkas produksi hingga 9,7 juta barel per hari per 1 Mei.

Di tengah pandemi virus corona yang menyebabkan hampir sebagian besar orang di dunia diam di rumah saja, permintaan minyak memang terus turun. Pada saat yang sama, produksi minyak sudah terlanjur membanjir, hingga menciptakan persediaan yang berlimpah. Dengan kondisi itu, industri perminyakan kini sedang menghadapi kekurangan tempat penampungan minyak.

Tempat-tempat penampungan minyak di AS kini memang sedang penuh. Mengutip laporan dari The Guardian pada akhir pekan, sekitar 160 juta barel minyak kini disimpan di sebuah tanker raksasa. Ini merupakan penyimpanan terbesar sejak krisis 2009, di mana minyak yang tersimpan saat ini lebih dari 100 juta barel.

Selain itu, harga minyak yang turun adalah juga konsekuensi dari perang minyak Arab Saudi dan Rusia yang terjadi pada akhir Maret lalu. Meski sudah diputuskan akan ada pemangkasan oleh Opec+ sekitar 10 juta barel per hari (bph) di Mei hingga Juni, keputusan ini dianggap telat oleh pelaku pasar.

Benny Faizal
3 Comments

3 Comments

  1. Pingback: Harga Minyak Anjlok, Trader Ini Sembunyikan Rugi Rp 12,4 T

  2. Pingback: Dokter Dibully Karna Kalah Forex, Akhirnya Klarifikasi

  3. Andez

    Juni 22, 2020 at 12:59 am

    Makasih gan info nya.. smpet tertarik sama aplksi ini..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top