Finansial

Uang Koin Rp 1.000 Kelapa Sawit Dijual Ratusan Juta

Media sosial tengah ramai membahas tentang kabar mengenai uang logam pecahan Rp 1.000 bergambar kelapa sawit. Pasalnya, uang logam yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI) sejak 8 Maret 1993 itu ada yang ditawarkan dengan harga mencapai ratusan juta per kepingnya di beberapa marketplace seperti Bukalapak, Shopee, hingga Tokopedia.

Di salah satu situs jual beli online, uang koin tersebut dijual termahal hingga mencapai harga Rp 150 juta per keping. Ada juga yang menjual dengan harga jutaan hingga puluhan juta. Namun begitu, ada juga yang menjual dengan harga yang hanya ratusan ribu. Jika dilihat dengan lebih seksama, para pemilik iklan memberikan deskripsi harga beserta tahun produksi dari uang logam tersebut. Rata-rata, uang logam yang dijual puluhan juta itu diproduksi di kisaran tahun 1990.

Uang Koin Rp 1.000 Kelapa Sawit Dijual Ratusan Juta

Uang Koin Rp 1.000 Kelapa Sawit Dijual Ratusan Juta

Uang koin bergambar kelapa sawit ini sendiri adalah uang yang berbahan logam dari campuran Cupro Nikel pada bagian lingkaran luar dan Alumunium Bronze pada lingkaran dalam. Dengan ukuran 26 milimeter (untuk bagian luar) dan 18,00 milimeter (untuk bagian dalam) dan tebal 2,40 milimeter, juga memiliki berat 8,6 gram.

Uang ini memiliki gambar Lambang Negara Garuda Pancasila dan tanda tahun produksi di bagian depan dan tulisan “Kelapa Sawit” dengan lambang pohon kelapa sawit serta angka Rp 1.000 di bagian belakang. Sedangkan pada bagian sampingnya terdapat gerigi yang terputus-putus.

Mengenai tentang apakah benar harga koin tersebut mencapai nilai ratusan juta, Gus Ahmad Legen -kolektor/penjual uang kuno asal Gresik- menilai bahwa harga yang mencapai ratusan juta tersebut hanya dibesar-besarkan oleh pihak tertentu.

Ia juga menambahkan, bahwa semenjak uang kelapa sawit itu viral banyak orang yang menghubunginya untuk menjual uang koin tersebut. Namun uang koin yang ditawarkan dengan harga yang mahal. Menurutnya, harga yang terlalu mahal hingga ratusan juta tersebut sangatlah tidak masuk akal. Alasannya adalah uang koin tersebut masih banyak di masyarakat.

Jika melihat dari situs resmi BI, sebenarnya uang koin bergambar kelapa sawit tersebut masih berlaku dan sah untuk transaksi pembayaran tunai di dalam negeri. Nilainya pun seharusnya tetap mengacu pada nominal di uang logam, yakni Rp 1.000 per keping.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top