Bisnis

Virus Corona Mulai Berdampak dan Menyerang Bisnis Properti

Pandemi virus corona telah membuat laju perekonomian juga daya beli masyarakat menjadi menurun. Situasi ini juga berpengaruh terhadap industri properti yang membuat harga rumah juga mengalami penurunan.

Kondisi penurunan ini terjadi dari segmen pembeli end user yang memang untuk kebutuhan hunian. Mereka cenderung memilih untuk menahan diri demi mengamankan pemenuhan kebutuhan hidup di kondisi ekonomi yang sedang mengalami guncangan akibat wabah virus corona.

Ali Tranghanda -Pengamat Properti dan Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) mengatakan, kondisi industri properti bisa dilihat dari sisi harganya. Saat ini harga properti relatif terus mengalami penurunan. IPW dalam surveinya menjelaskan, bahwa nilai penjualan perumahan di wilayah Jabodetabek-Banten mengalami penurunan. Rata-rata penurunan mencapai angka 50,1 persen pada kuartal I-2020.

Dalam survei tersebut, penurunan tertinggi terjadi di segmen harga rumah di bawah Rp 300 jutaan yang turun menjadi 62,5 persen jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya dan turun 68,8 persen jika dibandingkan dengan kuartal yang sama di tahun 2019.

 Virus Corona Mulai Berdampak dan Menyerang Bisnis Properti


Virus Corona Mulai Berdampak dan Menyerang Bisnis Properti

Jika melihat dari survei yang sama, penurunan harga di segmen ini disebabkan oleh potensi terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menurunnya penghasilan masyarakat kelas menengah ke bawah. Ali menerangkan, “Dari sisi harga properti saat ini harga relatif sedang di bawah, koreksi terjadi. Tapi dari sisi konsumen tidak semua mereka akan membeli apalagi end user yang tergerus daya belinya”.

Ia juga menjelaskan, bahwa saat ini banyak dari pengembang yang mulai memberikan relaksasi dari sisi pembayaran. Bahkan ada yang memberikan diskon dengan hitungan yang cukup besar. Mengenai diskon, rata-rata yang diberikan pengembang saat ini sekitar 10-15 persen yang juga tergantung dari cara bayar.

Situasi pasar properti yang terpukul akibat wabah virus corona bukan meniadakan konsumen properti. Pasar tetap ada dan besar hanya saja prioritasnya saat ini adalah lebih kepada keselamatan dan kesehatan, tambahnya.

Meskipun terjadi penurunan, diperkirakan pasar masih memiliki potensi daya beli yang cukup terjaga. Kondisi penurunan ini lebih disebabkan oleh faktor psikologis dalam menunda pembelian.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top