Saham

Akibat Corona, Modal Asing Rp 40 T Keluar dari Indonesia

Pada catatan Bank Indonesia (BI), sejak Januari hingga awal Maret 2020 tercatat total dana asing yang mengalir keluar (capital outflow) mencapai Rp 40,16 triliun. Perry Warjiyo -Gubernur BI- mengatakan bahwa awal tahun terjadi outflow akibat dari virus corona.

Perry menjelaskan, bahwa saat ini pasar keuangan global masih diliputi ketidakpastian. Ia menyebutkan, bahwa capital outflow terdiri dari pelepasan asing atas kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 31,76 triliun dan saham sebesar Rp 4,87 triliun. Dan sisanya berasal dari instrumen lain di pasar keuangan.

Ia melanjutkan, bahwa saat ini investor global memiliki kecenderungan melepas investasi portofolio. Kondisi semacam ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tapi juga di Korea Selatan, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Akibat Corona, Modal  Asing Rp 40 Triliun Keluar dari Indonesia

Akibat Corona, Modal Asing Rp 40 Triliun Keluar dari Indonesia

Kejadian ini membuat bank sentral mau tidak mau harus bergerak. Sampai kini, BI telah melakukan intervensi di pasar keuangan dengan menggelontorkan dolar AS lebih banyak, membeli SBN yang dilepas asing, termasuk transaksi Domestic Non Devirable Forward (DNDF).

Intervensi lain yang juga dilakukan adalah dengan penambahan likuiditas melalui kebijakan pelonggaran batas cadangan kas bank di BI atau yang dikenal dengan nama lain Giro Wajib Minimum (GWM). Kebijakan ini setidaknya menambah likuiditas pasar sekitar Rp 51 triliun sejak akhir tahun.

Secara total, BI sudah menggelontorkan likuiditas sebesar Rp 130 triliun sebagai langkah untuk meredam kekhawatiran terhadap dampak virus corona pada pasar uang di dalam negeri. Tindakan ini juga untuk meredam pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai 3,39% sejak awal tahun.

Virus corona yang terus menyebar memang telah berdampak pada pasar keuangan di seluruh negara di dunia. Dua sektor yang paling rentan terdampak adalah perdagangan dan investasi. Sebelumnya virus corona juga telah merontokan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sejak Januari hingga Februari, IHSG telah turun 12,12% menjadi 5.535,69 dan nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 1,08%.

Tapi meskipun demikian, Perry mengklaim dana asing sejatinya belum benar-benar keluar dari Indonesia. Sebab, pelepasan dana hasil pelepasan SBN masih ada di rekening masing-masing investor asing di dalam negeri.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top