Crypto

Bangkrutnya Bursa Kripto FTX dan Sosok Caroline Ellison

Bangkrutnya Bursa Kripto FTX dan Sosok Caroline Ellison

Bangkrutnya Bursa Kripto FTX dan Sosok Caroline Ellison

Seperti yang diketahui, bursa kripto FTX mengajukan perlindungan kebangkrutan kepada otoritas Amerika Serikat (AS) pada Jumat (11/11/2022) waktu setempat. Bahkan Sam Bankman-Fried yang merupakan CEO FTX mengundurkan diri dari jabatannya terkait masalah ini.

Mengutip dari Reuters, diketahui bahwa platform perdagangan mata uang digital ini telah berjuang untuk mengumpulkan dana guna mencegah kebangkrutan. Pasalnya, para investor bergegas menarik US$ 6 miliar atau setara Rp 92,84 triliun dari FTX hanya dalam waktu 72 jam. Dan bursa kripto kompetitor, Binance membatalkan kesepakatan penyelamatan yang diusulkan pekan ini.

FTX yang berafiliasi dengan Alameda Research dan sekitar 130 perusahaan lain telah memulai proses pengajuan Chapter 11 di Delaware, AS. Runtuhnya bursa kripto FTX yang disebut mendadak ini cukup mengejutkan. Dimana FTX sebelumnya mampu mengumpulkan 400 juta dolar AS dari investor pada bulan Januari. Dalam pengajuan kebangkrutan setebal 23 halaman, FTX mengindikasikan memiliki lebih dari 100.000 kreditur. Dan aset dalam kisaran US$ 10 miliar hingga US$ 50 miliar, serta kewajiban dalam kisaran US$ 10 miliar hingga US$ 50 miliar.

Baca Juga: Mata Uang Kripto Akan Punah!

Siapa Sosok Caroline Ellison?

Dibalik bangkrutnya bursa kripto FTX, perhatian publik beralih ke Caroline Ellison. Dimana Ellison menjabat satu posisi di Alameda Research. Sekadar informasi, Alameda Research merupakan perusahaan perdagangan kuantitatif yang terkait dengan FTX, yang telah mengajukan kebangkrutan pada pekan lalu.

Bursa kripto FTX yang pernah menjadi bursa kripto terbesar kedua di dunia, jatuh menjadi tumpukan taruhan berisiko senilai 32 miliar dolar AS dan token tidak berharga. Yang dikatakan oleh CEO barunya, John J Ray sebagai kegagalan kontrol perusahaan terbesar yang dilihat dalam kariernya. Adapun Alameda, perusahaan yang dipimpin Ellison adalah salah satu arsiteknya.

Dan mengenai Caroline Ellison, ia adalah perempuan berusia 28 tahun yang dibesarkan oleh dua ekonom MIT dan lulus dari Stanford dengan gelar di bidang matematika. Dia bertemu pendiri FTX, Sam Bankman-Fried, di perusahaan trading saham Jane Street Capital.

Ketika Bankman-Fried meninggalkan Jane dan membentuk hedge fund sendiri yang dikenal sebagai Alameda Research, dan tak lama Ellison bergabung. Dia menjadi salah satu pemain utama di perusahaan baru dan mengatakan di podcast terkait FTX. Bahwa bergabung dengan Alameda adalah kesempatan yang terlalu keren untuk dilewatkan. Tapi di sisi lain, berurusan dengan modal, menurutnya agak menakutkan ketika dia pertama kali memulai di perusahaan pada tahun 2018.

Kemudian Bankman-Fried meluncurkan FTX pada 2019 berkat pendanaan awal dari Binance. Sementara itu, Ellison menjadi CEO Alameda bersama dengan Sam Trabucco pada Oktober 2021. Tak lama, Ellison dan Trabucco masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30. Namun pada April lalu, Trabucco mengundurkan diri dari posisinya, tapi tetap menjadi penasihat.

Dan Ellison pun mengendalikan Alameda setelah pengunduran diri Trabucco sebagai co-CEO. Beberapa bulan kemudian, semuanya mulai runtuh. FTX mengajukan kebangkrutan setelah Binance mundur dari rencana akuisisi untuk menyelamatkan krisis likuiditas di perusahaan Bankman-Fried usai melakukan uji tuntas. Bersamaan itu, Bankman-Fried mengundurkan diri sebagai CEO.

Banyak yang berspekulasi tentang hubungan romantis antara Ellison dan Bankman-Fried. Tetapi dalam konfirmasinya, Bankman-Fried memberi tahu bahwa keduanya tidak lagi memiliki hubungan romantis. Laporan CoinDesk mengklaim bahwa Ellison telah berkencan dengan Bankman-Fried, dan menduga bahwa keduanya termasuk di antara 10 teman sekamar yang pernah terlibat secara intim.

Sementara itu, setelah FTX diambil alih oleh Ray, tiga petinggi dipecat. Mereka adalah Caroline Ellison yang menjalankan divisi perdagangan FTX, Alameda Research. Selain itu, co-founder Gary Wang dan direktur teknik Nishad Singh.

Baca Juga: Bencana Krisis Aset Kripto Menjadi Kenyataan?

Bursa Kripto FTX Bangkrut dan Diawasi Polisi

Dikutip dari Cointelegraph, Selasa (15/11/2022) Sam Bankman merupakan seorang pendiri bursa aset kripto FTX Gary Wang dan direktur engineering FTX Nishad Singh, kini berada di kawasan Bahama. Sam sendiri kabarnya memiliki kediaman yang begitu mewah di daerah Nassau.

Saat ini, mereka sedang diawasi oleh aparat kepolisian lokal. Dari sumber lokal, mengatakan bahwa mereka sempat berusaha kabur ke Dubai, Uni Emirat Arab. Sebelumnya, Sam juga hendak kabur ke Argentina, tapi ia membantah kabar tersebut. Uni Emirat Arab pun dipilih lantaran tak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Amerika Serikat. Namun kedua negara ini belum lama telah melakukan kesepakatan untuk bekerja sama melawan kriminal.

Lalu, ada pula kabar jika mereka telah sampai di bandara, namun langsung ditahan dan dikembalikan ke AS. Laporan dari Wall Street Journal ini mengatakan jika mereka sedang diselidiki oleh Departemen Kehakiman AS terkait kolapsnya FTX.

“Pada saat ini, Bankman, Gary dan Nishah berada di bawah pengawasan di Bahama, yang artinya akan sulit bagi mereka untuk pergi,” kata seorang sumber anonim.

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top