Bisnis

Bulan Depan, Arab Saudi Akan Naikkan Harga Jual Minyak?

Produksi dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (Opec), yang dipimpin oleh Arab Saudi, turun ke level terendah dalam dua dekade terakhir pada bulan Mei dan telah memperkuat harga minyak mentah Timur Tengah.

Opec dan sekutunya termasuk Rusia sedang mempertimbangkan untuk mengadakan pertemuan minggu ini untuk membahas perpanjangan pemotongan produksi setelah bulan Juni 2020.

Arab Saudi diperkirakan akan menaikan harga jual minyak (OSP) semua jenis ke negara di Asia pada bulan Juli 2020 untuk meningkatkan pendapatan negara yang susut sebab turun permintaan sejak virus corona merebak.

Menurut survei pada lima kilang minyak Arab Saudi, harga OSP pada bulan Juli untuk minyak mentah Light Arab rata-rata akan naik US$ 3,8 per barel. Kenaikan harga tertinggi hingga US$ 5 per barel.

Kenaikan ini karena margin penyuling melemah pada bulan ke lima sementara harga minyak DME Oman telah meningkatkan biaya bahan baku penyulingan. Rata-rata harga minyak DME Oman sekitar US$ 3 per barel lebih mahal daripada harga Dubai.

Bulan Depan, Arab Saudi Akan Naikkan Harga Jual Minyak?

Bulan Depan, Arab Saudi Akan Naikkan Harga Jual Minyak?

Mengutip dari Reuters hari Senin (1/6/2020) ini, salah satu responden mengatakan, “Margin pengilangan sebenarnya memburuk mendekati US$ 1 per barel di bulan Mei”.

Raksasa minyak negara Saudi Aramco menetapkan harga minyak mentah berdasarkan rekomendasi dari pelanggan dan setelah menghitung perubahan nilai minyaknya selama sebulan terakhir. Dalam hal ini, pejabat Saudi Aramco menolak berkomentar.

OSP minyak mentah Saudi biasanya dirilis sekitar kelima setiap bulan, dan menjadi tren untuk harga minyak Iran, Kuwait, dan Irak, yang mempengaruhi lebih dari 12 juta barel per hari (bpd) minyak mentah untuk Asia.

Sebelumnya, harga minyak sempat anjlok hingga menyentuh harga minus. Pada hari Selasa (21/4/2020) yang lalu, harga minyak jenis light sweet tercatat US$ 0,5 per barel. Angka itu menunjukan bahwa harga ambles sebesar 101,33 persen di hari sebelumnya ketika itu.

Harga yang mengalami penurunan tajam pada saat itu terjadi akibat dari pandemi virus corona yang menyebabkan hampir sebagian besar orang di dunia diam di rumah saja, sehingga permintaan minyak mengalami penurunan. Pada saat yang sama, produksi minyak sudah terlanjur membanjir hingga menciptakan persediaan yang melimpah.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top