Finansial

Investasi Saham atau Obligasi, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Jika membahas mengenai investasi, maka ada banyak sekali ragam dan jenisnya. Anda sebagai investor tidak harus mencoba semua jenis investasi yang ada untuk mencari tahu dan memperbandingkan mana yang lebih menguntungkan. Sebagai investor, Anda hanya cukup untuk memahami sekian jenis investasi yang cocok dipilih dengan sejumlah risiko yang dimiliki masing-masing.

Dari sekian banyak jenis investasi, trading forex menjadi yang lebih banyak dipilih. Namun, saham dan obligasi bukan berarti menjadi hal yang tidak menarik. Trading forex memang menawarkan nilai profit yang fantastis, namun saham dan obligasi menawarkan modal yang tak terlalu besar. Inilah yang kemudian, menjadikan saham dan obligasi menjadi pilihan bagi para calon investor.

Kemudian, jka dihadapkan pada pilihan antara saham dan obligasi, tentunya pilihan jatuh pada investasi yang menawarkan nilai profit yang tinggi. Namun, pertanyaan yang muncul adalah: Mana yang lebih menguntungkan, saham atau obligasi?

Artikel ini akan membahas mengenai dua jenis instrumen investasi tersebut, tentang pengertian, kelebihan, kekurangan, juga risiko dari masing-masing. Untuk itu, Anda sebagai calon investor diharapkan untuk membaca artikel ini hingga tuntas agar pengetahuan Anda mengenai dunia investasi menjadi semakin bertambah.

Definisi Saham

Dalam pengertiannya, investasi saham memiliki definisi sebagai kegiatan membeli saham dan menyimpannya hingga harga aset tersebut mengalami kenaikan harga. Saat berinvestasi saham, aset yang dimiliki akan ditahan dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, dalam investasi saham, aset yang dibeli seringkali memiliki likuiditas yang rendah dengan risiko yang tidak terlalu besar.

Dalam investasi saham, kerap kali membutuhkan pendanaan yang terbilang besar. Hal ini karena produk investasi pada investor skalanya besar. Perusahaan-perusahaan yang sudah maju dengan performa bagus akan menjadi target pendanaan.

Investasi Saham atau Obligasi, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Investasi Saham atau Obligasi, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Pada umumnya, risiko dari investasi saham terdiri dari risiko capital loss dan risiko likuidasi. Dalam artian, risiko capital loss terjadi ketika aset atau saham yang dibeli bernilai lebih rendah pada saat dijual kembali. Lalu, untuk risiko likuiditas ialah risiko yang terjadi ketika perusahaan dinyatakan bangkrut oleh pengadilan, atau perusahaan dibubarkan.

Kelebihan

1. Risiko kerugian yang kecil
2. Hasil jangka panjang yang lebih pasti.
3. Pendapatan tambahan yakni berupa Dividen.

Kekurangan

1. Membutuhkan waktu yang lebih lama.
2. Likuiditas relatif rendah, sehingga tidak bisa dicairkan setiap saat.
3. Nilai keuntungan bergantung kepada perusahaan.

Definisi Obligasi

Secara umum, obligasi diterjemahkan sebagai surat utang yang diterbitkan oleh entitas pemerintahan atau perusahaan dengan jangka waktu tertentu. Arti obligasi sendiri sering disebut sebagai surat pengakuan utang atau surat utang saja. Dalam pengertian obligasi, penerbit surat utang tersebut berarti mengakui telah berhutang pada pembeli obligasi sesuai dengan waktu jatuh tempo yang disepakati.

Dalam pengertian yang sederhana, penerbit obligasi adalah debitur, sementara pembeli obligasi adalah kreditur atau investor. Pembayaran yang harus dilunasi tersebut yakni utang pokok ditambah dengan bunga. Dalam obligasi, istilah bunga lebih sering disebut sebagai kupon.

Obligasi sendiri merupakan instrumen investasi yang bisa dipilih investor di pasar modal selain efek saham yang diperdagangkan. Dikutip dari laman OJK, berbeda dengan saham yang memberikan hak kepemilikan kepada pemegangnya, obligasi sebenarnya merupakan pinjaman yang investor berikan kepada suatu perusahaan atau pemerintah.

Kelebihan

1. Menerima keuntungan berupa bunga atau kupon.
2. Pendapatan yang terjamin.
3. Bunga lebih besar.

Kekurangan

1. Risiko tingkat bunga.
2. Menjual obligasi sebelum jatuh tempo di Pasar Sekunder menimbulkan kerugian bagi investor.
3. Penerbit obligasi berisiko gagal bayar dan konsekuensinya investor tidak memperoleh untung serta tidak mendapatkan kembali seluruh pokok utang. Namun, kekurangan ini tidak berlaku pada obligasi negara yang terlindungi undang-undang.

Investasi Saham atau Obligasi?

Dari penjelasan di atas, tentu antara investasi saham dan obligasi saling memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, jika dilihat dari nilai profit yang ditawarkan, investasi saham lebih menjanjikan keuntungan dibandingkan obligasi. Meski begitu, saham juga memiliki risiko dan usaha yang diperlukan.

Terkait dengan judul tulisan ini, yakni “Investasi Saham atau Obligasi, Mana yang Lebih Menguntungkan?”. Maka untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami akan menyarankan Anda untuk memilih investasi yang cocok dengan pribadi Anda. Ini artinya, jika Anda adalah pribadi yang agresif, maka pilihannya adalah investasi saham. Dan jika Anda adalah pribadi yang konservatif, itu artinya Anda dapat memilih obligasi.

Sebagai kesimpulan, bahwa di luar sana ada banyak sekali para calon investor yang berlomba-lomba dalam mengejar profit dari sekian banyak jenis instrumen investasi. Namun pada prakteknya, banyak dari mereka yang berhenti di tengah jalan karena mengalami rugi besar. Hal ini dipicu oleh minimnya pengetahuan mengenai instrumen investasi yang dijalankan. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mempelajari sekaligus memahami tentang investasi yang dipilih sebelum Anda benar-benar menggelutinya.

Salam sukses!

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advertisement
To Top