Crypto

Ramai-ramai Kripto Ditindak, Elon Musk Angkat Suara

Sebagai informasi, regulator Amerika Serikat (AS) telah meningkatkan pengawasannya terhadap pergerakan mata uang kripto yang dinilai cukup liar, spekulatif, dan terus menarik perhatian. Gary Gensler, selaku Ketua Komisi Pengawasan Sekuritas dan Bursa di AS menjelaskan bahwa pihaknya terus bekerja lembur untuk membuat seperangkat aturan perlindungan investor dari investasi di ribuan aset digital dan koin.

Mengutip CNBC International pada hari Kamis (23/9/2021) lalu, pendiri Bridgewater Associates mengatakan, “Anda memiliki El Savador yang merangkulnya, dan anda memiliki India dan China yang menyingkirkannya. Kemudian anda memiliki AS yang berbicara tentang cara mengaturnya dan itu masih bisa dikendalikan”.

Mengenai El Savador, negara tersebut dikabarkan telah menyetujui uang kripto paling populer yakni Bitcoin, sebagai alat pembayaran yang sah setelah Kongres menyetujui proposal Presiden Nayib Bukele untuk mengadopsi cryptocurrency. Pada Konggres tersebut, mayoritas anggota parlemen setuju dengan permintaan sang presiden.

Namun, pada hari Rabu (15/9/2021), ribuan warga El Salvador berdemo menentang Bitcoin yang disahkan sebagai alat pembayaran oleh pemerintah. Selain menentang pengesahan Bitcoin, massa juga menolak reformasi peradilan yang menurut para kritikus mengancam demokrasi.

Di hari yang sama saat terjadi huru-hara, ketika Amerika Tengah menandai peringatan dua abad kemerdekaannya dari kekuasaan Spanyol, pengunjuk rasa membakar mesin ATM Bitcoin bernama Chivo di San Salvador, salah satu dari sekitar 200 ATM yang dipasang di seluruh negeri.

Ramai-ramai Kripto Ditindak, Elon Musk Angkat Suara

Ramai-ramai Kripto Ditindak, Elon Musk Angkat Suara

Sementara itu, pemerintah China semakin mengintensifkan tindakan tegas terhadap semua bentuk perdagangan mata uang digital kripto. Negara yang memiliki julukan Tirai Bambu itu secara tegas akan membasmi aktivitas ilegal perdagangan Bitcoin dan mata uang kripto lainnya.

Melansir dari BBC, bank sentral China People’s Bank of China (PBoC) telah mengumumkan terkait penggunaan mata uang kripto sebagai transaksi yang ilegal – secara efektif melarang token digital seperti Bitcoin. PBoC mengatakan, “Aktivitas bisnis terkait adalah aktivitas keuangan ilegal”. Selain itu, PBoC juga menyebutkan bahwa transaksi dengan uang kripto “sangat membahayakan keselamatan aset orang“.

Pengumuman terkait larangan aktivitas mata uang kripto tersebut tercantum di laman pertanyaan yang sering ditanyakan (FAQ) di situs web resmi PBoC baru-baru ini. Berdasarkan keterangan tersebut, layanan yang berhubungan dengan trading, sistem transaksi order matching, penerbitan token dan derivatif lainnya untuk mata uang virtual, dilarang dilakukan oleh masyarakat di sana.

Terkait dengan hal ini, Elon Musk yang memang dikenal sebagai salah satu pendukung uang kripto turut buka suara. Ia menyarankan agar pemerintahan Joe Biden tidak meregulasi pasar uang kripto. Musk mengatakan, “Menurut saya sangat tidak mungkin menghancurkan uang kripto, tetapi sangat mungkin bagi pemerintah untuk memperlambat pengembangan uang kripto. Saya mengatakan [kepada pemerintah AS], jangan lakukan itu”.

Selain itu, Musk juga membahas mengenai peran Tiongkok dalam aktivitas penambangan dan regulasi mata uang kripto. Musk mengatakan bahwa kemungkinan besar ada hubungannya dengan masalah pembangkit listrik yang signifikan di negara yang dipimpin Xi Jinping tersebut.

Elon Musk menjelaskan penambangan kripto kemungkinan berperan pada masalah kekurangan dan naiknya permintaan listrik di China. Musk juga menambahkan bahwa pada tingkat yang lebih tinggi, sifat mata uang kripto yang terdesentralisasi dapat menghadirkan tantangan bagi pemerintah China.

“Saya kira cryptocurrency pada dasarnya ditujukan untuk mengurangi kekuatan pemerintah terpusat. Mereka tidak suka itu”, kata Musk.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top