Crypto

El Salvador Gunakan Energi Gunung Api Untuk Tambang Bitcoin

Diberitakan sebelumnya, El Salvador telah menyetujui uang kripto paling populer yakni Bitcoin, sebagai alat pembayaran yang sah setelah Kongres menyetujui proposal Presiden Nayib Bukele untuk mengadopsi cryptocurrency. Pada Konggres tersebut, mayoritas anggota parlemen setuju dengan permintaan sang presiden.

Dalam kabar terbarunya terkait Bitcoin, negara tersebut juga mengumumkan bahwa akan menjadi negara pertama yang menambang Bitcoin dengan energi dari gunung berapi. Dalam twit-nya pada hari Senin (4/10/2021) lalu, Bukele menulis terkait hal tersebut. Pada unggahan tersebut, sang presiden juga membagikan sebuah video teaser yang menunjukkan fasilitas penambangan mata uang kripto.

Video itu juga memperlihatkan kontainer pengiriman dengan merek pemerintah yang penuh dengan rig penambangan Bitcoin dan teknisi yang memasang dan mencolokkan penambang ASIC. Terdapat juga gambaran lanskap yang memperlihatkan sebuah pabrik energi di tengah rimbunnya hutan, berbatasan dengan gunung berapi.

Jika El Salvador benar-benar mencetak koin baru, itu berarti Bukele telah memenuhi janjinya pada Juni lalu. Saat itu, dia menginstruksikan perusahaan listrik panas bumi milik negara, LaGeo SA de CV untuk membuat fasilitas penambangan Bitcoin dengan energi yang sangat murah, 100 persen bersih, 100 persen terbarukan, 0 emisi dari gunung berapi.

Melalui laman sosial media yang sama, Bukele mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah menguji coba proses penambangan Bitcoin menggunakan tenaga gunung api tersebut. Disebutkan bahwa penambangan dengan energi gunung berapi ini berhasil mengambil 0,00599179 Bitcoin atau sekitar 269 dolar AS (Rp 3,8 jutaan).

“Kami masih menguji coba, tapi, secara resmi ini adalah penambangan Bitcoin pertama dari gunung berapi,” tulis Bukele.

El Savador Gunakan Energi Gunung Api Untuk Tambang Bitcoin

El Savador Gunakan Energi Gunung Api Untuk Tambang Bitcoin

Untuk informasi, El Salvador juga dijuluki sebagai negara gunung berapi karena energi panas bumi menyumbang hampir seperempat dari produk energi domestiknya.

Aktivitas penambangan Bitcoin menggunakan listrik masih menjadi isu utama. Mengutip dari BBC International hari Kamis (11/2/2021) lalu, dilaporkan bahwa berdasarkan hasil riset Universitas Cambridge, Inggris, konsumsi listrik Bitcoin dalam setahun lebih tinggi dari seluruh Argentina.

Untuk menghasilkan Bitcoin dilakukan aksi mining atau penambangan dengan melibatkan komputer khusus dan nyatanya kegiatan itu membutuhkan konsumsi daya listrik yang besar. Tak jarang komputer harus bekerja 24 jam selama tujuh hari.

Dari penelitian tersebut, konsumsi listrik untuk menambang Bitcoin mencapai 121,36 terawatt-hour (TWh) setahun. Konsumsi stabil setiap tahunnya kecuali ketika harga Bitcoin turun yang buat penambang rugi melakukan aksi mining.

Peneliti Cambridge Center for Alternative Finance, Michael Rauchs mengatakan, “Bitcoin mengkonsumsi listrik sebanyak itu. Ini tidaklah sesuatu yang akan berubah di masa depan kecuali harga Bitcoin turun secara signifikan”. Rauchs juga menambahkan bahwa konsumsi listrik Bitcoin bisa memberikan daya pada semua ceret yang digunakan di Inggris selama 27 tahun.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trading Saham di EXNESS
To Top