Forex

Membaca Reversal dengan Pola Candlestick Tweezer Top dan Bottom

Pada artikel sebelumnya, kami sempat mengajak Anda untuk belajar memahami mengenai pola candlestick Tweezer yang terdapat pada trading forex. Untuk kembali mengingatnya, kami akan menuliskan ulang penjelasannya mengenai pola tersebut. Dalam dunia trading forex, pola Tweezer dijelaskan sebagai pola pembalikan arah (reversal) tren minor yang terdiri dari dua candlestick dengan ketinggian yang kurang lebih sama atau sama rendah atau beberapa variasi lainnya. Secara singkat, dalam trading forex, Tweezer dapat diartikan sebagai pergerakan bar kedua terhadap bar sebelumnya sebagai berkas transisi perpindahan kekuatan buyer atau seller.

Pola candlestick Tweezer diperkenalkan pertama kali oleh Steve Nison dalam bukunya “Japanese Candlestick Charting Techniques“. Pola candlestick Tweezer biasanya terletak di atas dan di bawah, mempunyai pola-pola yang mengindikasikan adanya pembalikan arah trend meskipun konteks yang lebih luas biasanya diperlukan candle tambahan untuk mengkonfirmasi sinyal.

Pada ulasan kali ini, kami akan mengajak Anda untuk membahas tentang pola yang terdapat pada candlestick Tweezer, yakni pola Tweezer Top dan Tweezer Bottom. Untuk itu, simak artikel ini hingga tuntas agar wawasan Anda dalam dunia trading forex bertambah.

Apa itu Pola Candlestick Tweezer Top dan Tweezer Bottom?

Pola kandil pada candlestick Tweezer adalah pola umum di puncak dan lembah trend. Untuk trend naik, itu adalah Tweezer Top, saat bull membuat harga lebih tinggi. Dan sebaliknya, Tweezer Bottom pada trend turun, saat bear mengendalikan harga menjadi lebih rendah. Waktu Tweezer menunjukkan bahwa harga telah berada di puncak/lembah dan akan berbalik arah. Dalam trading jangka waktu yang lebih lama, Tweezer Top dan Tweezer Bottom pada candle chart mingguan dan bulanan yang tersusun dari candlestick yang berurutan bisa menghasilkan pola pembalikan yang signifikan.

Pola bagian Tweezer Top dan bagian Tweezer Bottom juga dikenal sebagai penjepit, tampaknya merupakan alat yang cukup sederhana terlepas dari pengetahuan atau latar belakangnya. Sama seperti banyak alat lainnya, kedua pola tersebut dikembangkan untuk membantu trader mengidentifikasi arah harga potensial. Satu-satunya perbedaan adalah Tweezer lebih mudah dibaca dan dipahami.

Untuk memanfaatkan alat ini secara maksimal, Anda harus mengikuti aturan khusus. Misalnya, penjepit terjadi hanya ketika tren naik atau turun. Jika itu terjadi selama tren stabil atau pemotongan, itu tidak masuk akal bagi trader.

Membaca Reversal dengan Pola Candlestick Tweezer Top dan Bottom

Membaca Reversal dengan Pola Candlestick Tweezer Top dan Bottom

Ciri-ciri pola Tweezer Top dan Twezzer Bottom pada Trading Forex:

1. Tweezer Top memiliki ciri :

a. Terdiri dari dua candle.
b. Didahului uptrend.
c. Candle pertama berwarna hijau (atau putih).
d. Candle kedua berwarna merah (atau hitam).
e. Ujung ekor bagian atas (high) keduanya rata atau sama.

2. Tweezer Bottom memiliki ciri :

a. Terdiri dari dua candle.
b. Didahului downtrend.
c. Candle pertama berwarna merah (atau hitam).
d. Candle kedua berwarna hijau (atau putih).
e. Ujung ekor bagian bawah (low) keduanya rata atau sama.

Cara menentukan Tweezer Top dan Tweezer Bottom pada Trading Forex:

Cara mengenali Tweezer Top: Pada trend naik, akan muncul dua kandil atau lebih dengan badan panjang berurutan dalam arah yang berlawanan.

Cara mengenali Tweezer Bottom: Saat berada dalam trend turun, dua kandil atau lebih dengan badan berlawanan muncul dengan karakteristik panjang badan yang mirip.

Sebagai catatan penting, seperti yang diketahui, jika trading dengan mengandalkan reversal, pada dasarnya akan menitik-beratkan dari kemampuan trader dalam bereaksi cepat terhadap pergerakan harga di pasar. Dengan kata lain, apabila Anda termasuk trader pemula, akan lebih baik jika Anda belajar mengikuti trending terlebih dahulu, sebelum Anda mencoba open posisi yang berdasarkan pola candlestick Tweezer ini.

Itulah ulasan singkat mengenai pola candlestick Tweezer Top dan Tweezer Bottom yang terdapat pada trading forex. Meski pola candlestick Tweezer memiliki akurasi yang relatif baik saat membantu indikator dan model lainnya. Namun seperti pola candlestik yang lainnya, pola Tweezer juga tak bisa berdiri sendiri. Anda bisa menggabungkan dengan banyak indikator dan pola efektif lainnya seperti RSI, CCI, MACD, Williams %R untuk membawa lebih banyak keuntungan dalam bertrading.

Salam sukses!

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trading Saham di EXNESS
To Top