Finansial

Kurs Yuan Tenggelam, Efek dari China Siap Perang?

Dalam 2 tahun terakhir tensi hubungan antara China dan Amerika Serikat (AS) memang menjadi panas akibat perang dagang antar kedua negara. Padahal di awal tahun ini, hubungan keduanya sempat kembali mesra setelah sepakat untuk menandatangani kesepakatan dagang fase I.

Namun, akibat dari pandemi virus corona, hubungan kedua negara itu kembali memanas. Seperti yang sudah diketahui, Presiden AS Donald Trump terus menyerang China dengan mengatakan bahwa virus corona berasal dari laboratorium di Tiongkok.

Bahkan Trump meminta negeri tirai bambu itu bertanggung jawab karena virus corona menyebar ke hampir seluruh negara di dunia dan menjadi pandemi global. Dan Trump menuntut sejumlah kompensasi atas kerusakan ekonomi AS akibat wabah virus penyakit tersebut.

Hubungan yang terus memanas memicu kecemasan akan terjadinya babak baru perang dagang antar kedua negara tersebut. Bahkan jika lebih buruk lagi, hal ini mungkin bisa terjadi perang militer.

Kurs Yuan Tenggelam, Efek dari China Siap Perang?

Kurs Yuan Tenggelam, Efek dari China Siap Perang?

Seperti yang sudah diketahui, dalam beberapa pekan terakhir AS menunjukkan kekuatan militernya di Laut China Selatan. Beberapa infanteri seperti kapal-kapal perang Angkatan Laut AS dan kapal pembom Angkatan Udara B1 kerap terlihat berpatroli.

Sementara itu, berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Kongres Rakyat Nasional (NPC) pada Jumat (22/5/2020) yang lalu, diketahui China menambah anggaran militernya menjadi 6,6 persen dari produk domestik bruto (PDB) di tahun ini. Pada Selasa lalu, Presiden China Xi Jinping menyampaikan, bahwa penting bagi China untuk memperkuat pelatihan militer dan pertahanan nasional di tengah-tengah epidemi virus corona.

Dengan laporan ini, bisa dikatakan bahwa kedua negara itu saat ini mulai saling menunjukkan kekuatan militer masing-masing. Sebagaimana dipahami, bahwa perang dagang antar kedua negara itu sudah berdampak buruk bagi perekonomian global, apalagi jika perang militer sampai terjadi. Akibatnya kurs Yuan belakangan ini terus melemah.

Jika melihat pada perdagangan di Rabu kemarin, nilai tukar Yuan melemah tajam melawan dolar AS dan rupiah. Kemarin Yuan melemah 0,48 persen melawan dolar AS ke 7,1681/US$. Hal ini merupakan level terlemah dalam jangka waktu 8 bulan terakhir. Jika dihadapkan dengan rupiah, mata uang Yuan melemah 0,9 persen ke Rp 2.045.68/CNY.

Sementara jika melihat pada perdagangan di hari Kamis (28/5/2020) tepat di pukul 9:27 WIB, Yuan kembali bangkit menguat 0,06 persen melawan dolar AS ke 7,164/US$ dan melawan rupiah menjadi 0,53 persen ke Rp 2.056,67/CNY.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top