Crypto

Mata Uang Kripto Diramal Akan Kembali Ke Level Nol

Investasi mata uang kripto seperti Bitcoin kini memang menjadi trend di beberapa waktu belakangan ini. Bahkan beberapa kali harga mata uang kripto sempat mencapai rekor tertingginya. Namun terlepas dari hingar bingar harga yang melejit dari investasi ini, salah satu orang terkaya di Amerika Serikat (AS) meramal bahwa mata uang kripto akan kembali bernilai nol.

Ramalan ini disampaikan oleh manajer investasi John Paulson. Ketika wawancara dengan Bloomberg Wealth, John mengatakan bahwa investor tidak boleh membuang-buang uang atau waktu untuk satu kelas aset yang semakin populer yang ia pandang sebagai “bubble“.

“Mata uang kripto, dengan mengesampingkan perdagangannya pada saat ini, pada akhirnya akan terbukti tidak berharga”, ungkapnya.

Menurutnya, tidak ada nilai intrinsik di mata uang kripto jenis apapun kecuali bahwa jumlahnya terbatas. Untuk saat ini, dia menyarankan agar orang berinvestasi pada aset lain seperti emas ketimbang uang kripto karena berisiko. Seperti yang diketahui, pada tahun 2008 silam, John Paulson pernah meramalkan bahwa harga rumah bakal rontok di AS. Prediksinya saat itu pun terbukti.

Meski begitu, ada banyak pihak yang tidak sepaham dengan apa yang dikatakan oleh John mengenai prediksi mata uang kripto tersebut. Salah satunya CEO Twitter Jack Dorsey yang merupakan salah satu penggiat Bitcoin ternama di dunia.

Mata Uang Kripto Diramal Akan Kembali Ke Level Nol

Dorsey justru berharap bahwa mata uang kripto dapat membawa perdamaian di dunia. Dorsey mengatakan bahwa Bitcoin dapat membantu mengatasi ketimpangan keuangan dan mendorong individu untuk fokus ke masalah yang lebih besar.

Ia menyampaikan, “Harapan saya adalah ini menciptakan perdamaian dunia atau membantu menciptakan perdamaian dunia”. Diketahui pada tahun 2018 lalu, Jack Dorsey sempat meyakini bahwa Bitcoin bisa menjadi mata uang tunggal dalam waktu satu dekade.

Sementara itu, dalam kabar terbarunya, El Salvador membeli Bitcoin senilai $ 20,9 juta (Rp 298,5 miliar), sehari sebelum secara resmi mengadopsi mata uang kripto paling populer di dunia sebagai alat pembayaran yang sah.

Melalui postingannya di Twitter pada hari Senin (6/9/2021), Presiden El Savador Nayib Bukele mengungkapkan bahwa negara tersebut telah membeli total 400 Bitcoin, yang menandai langkah pertama dalam dorongan besar untuk menambahkan mata uang digital tersebut ke neraca.

Mengutip dari CNBC pada hari Selasa (7/9/2021), Bukulele menulis, “Broker kami akan membeli lebih banyak saat tenggat waktu mendekat”.

Postingan tersebut muncul beberapa jam sebelum undang-undang Bitcoin di El Salvador, yang disahkan pada Juni 2021 mulai berlaku pada Selasa (7/9/2021). El Salvador adalah negara pertama yang menerima Bitcoin sebagai mata uang legal, yang akan bekerja sama dengan dolar AS.

Meski begitu, hampir 70 persen warga Salvador yang disurvei oleh Central American University mengungkapkan tidak setuju dengan keputusan pemerintah untuk mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Banyak juga yang mengungkapkan tidak yakin bagaimana menggunakan mata uang digital.

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top